Diabetes Mellitus Penyakit Gula yang Tidak Sederhana

Dipublikasikan pada: 03 Mar 2026

 Diabetes Mellitus: Penyakit Gula yang Tidak Sesederhana “Kebanyakan Manis” 

 Oleh dr. Tamara Maulidya & dr. Hendi Fuky 

 Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Berdasarkan PERKENI, DM adalah penyakit metabolik kronik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Penyakit ini bersifat menahun, progresif, dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius bila tidak dikontrol dengan baik. DM bukan hanya soal gula darah tinggi, tetapi juga berkaitan erat dengan gangguan metabolisme lemak, protein, dan purin -- yang salah satunya menyebabkan kadar asam urat meningkat.

 Apa Itu Diabetes Mellitus? Menurut PERKENI, Diabetes Mellitus diklasifikasikan menjadi:

  1. DM Tipe 1 → kerusakan sel beta pankreas (defisiensi insulin absolut) 
  2. DM Tipe 2 → resistensi insulin + defisiensi insulin relatif 
  3. DM Gestasional 
  4. DM tipe lain (sekunder) Lebih dari 90% kasus DM di Indonesia adalah DM tipe 2. 

Mengapa Pasien Diabetes Mellitus Sering Memiliki Asam Urat Tinggi? Kondisi ini disebut hiperurisemia, dan pada pasien DM mekanismenya multifaktorial. 

  1. Resistensi Insulin Menghambat Ekskresi Asam Urat
  2. Hiperglikemia dan Kerusakan Ginjal 
  3. Aktivasi Jalur Poliol dan Stres Oksidatif 
  4. Hubungan dengan Sindrom Metabolik 
  5. Pola Makan dan Gaya Hidup 

Dampak Klinis Asam Urat Tinggi pada Pasien DM Hiperurisemia pada pasien DM dapat : 

  1. Memperberat resistensi insulin 
  2. Meningkatkan inflamasi 
  3. Mempercepat komplikasi kardiovaskular 
  4. Memperburuk nefropati diabetik 
  5. Menyebabkan gout arthritis 

Hubungannya dua arah: DM → asam urat naik; Asam urat naik → kontrol DM makin buruk 

Kegiatan Kontrol DM untuk Pasien

  1.  Kontrol gula darah adalah kunci utama 
  2. Diet seimbang: rendah gula sederhana & purin 
  3. Cukup minum air putih 
  4. Aktivitas fisik rutin 
  5. Pemeriksaan berkala: gula darah, HbA1c, asam urat, fungsi ginjal 

Mitos dan Fakta Seputar Diabetes Mellitus & Asam Urat

 # MITOS 1: Diabetes hanya terjadi karena kebanyakan makan gula FAKTA : Menurut PERKENI, Diabetes Mellitus, khususnya DM tipe 2, terjadi akibat resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin, bukan semata-mata karena konsumsi gula. Faktor risiko DM meliputi: - - - - - Riwayat keluarga Obesitas Kurang aktivitas fisik Pola makan tidak seimbang Stres dan gangguan tidur

 # MITOS 2: Kalau pasien berbadan kurus, tidak mungkin terkena diabetes FAKTA : Banyak pasien DM tipe 2 tidak tampak gemuk, tetapi memiliki : - Lemak viseral tinggi - - Resistensi insulin Sindrom metabolik Bahkan di Asia, DM sering terjadi pada IMT normal karena distribusi lemak yang tidak sehat. 

# MITOS 3 : Asam urat tinggi hanya karena sering makan jeroan FAKTA : Makanan tinggi purin memang berpengaruh, tetapi pada pasien DM, penyebab utama asam urat tinggi adalah gangguan metabolik dan fungsi ginjal. Pada DM : - Resistensi insulin menghambat pembuangan asam urat - - Hiperglikemia merusak ginjal Produksi asam urat meningkat akibat stres oksidatif Jadi, meski jarang makan jeroan, asam urat tetap bisa tinggi. 

# MITOS 4 : Kalau gula darah sudah normal, komplikasi tidak mungkin terjadi FAKTA : Komplikasi DM dapat terjadi bila DM sudah lama, kontrol sebelumnya buruk dan ada faktor risiko lain (hipertensi, dislipidemia) Selain gula darah, pasien DM juga perlu memantau: HbA1c, Tekanan darah, Profil lipid, Fungsi ginjal dan Asam urat 

# MITOS 5 : Asam urat dan diabetes tidak ada hubungannya FAKTA : DM meningkatkan risiko asam urat tinggi dan asam urat tinggi memperburuk resistensi insulin. Asam urat kini dianggap sebagai marker inflamasi dan risiko kardiovaskular, terutama pada pasien DM.

 #MITOS 6 : Penderita diabetes tidak boleh makan nasi sama sekali FAKTA : Menurut prinsip gizi seimbang PERKENI, pasien DM boleh makan nasi, yang penting adalah porsi, jenis, dan frekuensi. Yang berbahaya adalah bila konsumsi nasi berlebihan dan tidak terkontrol. Makan nasi untuk diabetes yang terbaik yaitu : - - - Nasi merah Nasi dengan lauk tinggi serat & protein Hindari nasi + gula + gorengan bersamaan 

#MITOS 7 : Asam urat tinggi pasti menimbulkan nyeri sendi FAKTA : Banyak pasien mengalami hiperurisemia tanpa gejala. Namun, kondisi ini tetap berbahaya karena : - - - Meningkatkan risiko penyakit jantung Mempercepat kerusakan ginjal Memicu gout di kemudian hari.

#MITOS 8 : Minum obat saja cukup, tidak perlu ubah gaya hidup FAKTA : Obat tidak akan optimal tanpa pola makan sehat, aktivitas fisik rutin, manajemen stres dan kepatuhan kontrol rutin. PERKENI menekankan 4 pilar pengelolaan DM yaitu : edukasi, terapi gizi, aktivitas fisik dan terapi farmakologis. 

Sumber : 

Choi HK, et al. Fructose-rich beverages and risk of gout. JAMA. 

Dehghan A, et al. Serum uric acid as a risk factor for diabetes. Diabetes Care. 

Johnson RJ, et al. Uric acid and insulin resistance. American Journal of Physiology.

 Katsiki N, et al. Uric acid and diabetes mellitus. Current Pharmaceutical Design. 

PERKENI. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. Edisi Terbaru

Diabetes Mellitus Penyakit Gula yang Tidak Sederhana