Penanganan Awal Stroke
Dipublikasikan pada: 05 Feb 2026
Penanganan Awal Stroke: Apa yang Harus Dilakukan Saat Stroke Terjadi?
Oleh dr. Hammam Arif & dr. Mega Fadhilah
Pernahkah Anda melihat anggota keluarga yang sedang mengobrol santai, namun tiba-tiba bicaranya menjadi tidak jelas atau senyumnya tampak miring? Kejadian seperti ini sering kali datang tanpa peringatan. Sayangnya, banyak dari kita yang justru menunggu gejala tersebut hilang dengan sendirinya, padahal setiap detik yang terbuang sangatlah berharga. Stroke bisa menyerang siapa saja, kapan saja, dan mengenali tandanya sejak dini adalah kunci untuk menyelamatkan nyawa serta fungsi tubuh orang yang kita cintai.
Apa Itu Stroke?
Secara sederhana, stroke adalah gangguan fungsi otak yang terjadi secara mendadak akibat masalah pada aliran darah ke otak. Otak kita membutuhkan pasokan oksigen dan nutrisi terus-menerus melalui darah agar bisa bekerja. Ketika aliran ini terganggu, sel-sel otak mulai mengalami kerusakan. Ada dua jenis utama stroke yang umum terjadi:
- Stroke Sumbatan (Iskemik): Terjadi karena adanya hambatan atau gumpalan yang menyumbat pembuluh darah menuju otak. Ini adalah jenis yang paling sering terjadi, dialami oleh sekitar 83% pasien stroke.
- Stroke Perdarahan (Hemoragik): Terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah, sehingga darah merembes dan merusak jaringan otak di sekitarnya.
Mengapa Stroke Adalah Kondisi Gawat Darurat?
Dalam dunia medis, dikenal istilah "Waktu adalah Otak" (Time is Brain). Otak manusia tidak memiliki cadangan oksigen, sehingga jika alirannya terhenti, jutaan sel otak bisa mati setiap menitnya.
Inilah mengapa stroke disebut kondisi gawat darurat. Keterlambatan dalam mendapatkan pertolongan medis dapat menyebabkan dampak yang fatal, mulai dari kelumpuhan permanen, kehilangan daya ingat, hingga kematian. Namun, jika ditangani dalam rentang waktu yang cepat—biasanya disebut sebagai Golden Hour atau jam emas—pasien memiliki peluang jauh lebih besar untuk pulih kembali.
Kenali Tanda Stroke dengan Cara "FAST"
Agar Anda bisa bertindak cepat, gunakan singkatan FAST yang sudah diakui secara internasional untuk mengenali gejala utama stroke:
- F - Face (Wajah): Mintalah orang tersebut untuk tersenyum. Perhatikan apakah salah satu sisi wajahnya tampak turun atau mencong.
- A – Arms (Lengan): Mintalah mereka mengangkat kedua tangan. Jika salah satu lengan tidak bisa naik atau terkulai lemas, ini adalah tanda bahaya.
- S – Speech (Bicara): Ajaklah berbicara. Apakah bicaranya menjadi pelo, tidak jelas, atau mereka kesulitan memahami kata-kata Anda?.
- T – Time (Waktu): Jika Anda melihat salah satu saja dari tanda di atas, segera bawa ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap (seperti CT-Scan). Jangan menunggu gejala menghilang.
Penanganan Awal Stroke: Apa yang HARUS Dilakukan
Jika Anda mencurigai seseorang terkena serangan stroke, jangan panik. Lakukan langkah langkah praktis berikut:
Segera ke Rumah Sakit: Stroke tidak bisa diobati dengan istirahat di rumah. Hubungi ambulans atau langsung bawa pasien ke Unit Gawat Darurat (UGD) terdekat.
Posisikan Pasien dengan Aman: Baringkan pasien di tempat yang datar. Jika memungkinkan, posisikan kepala sedikit lebih tinggi (sekitar 20-30 derajat) untuk membantu sirkulasi.
Catat Waktu Munculnya Gejala: Dokter akan menanyakan kapan tepatnya gejala pertama kali terlihat. Informasi ini sangat krusial untuk menentukan jenis terapi yang akan diberikan.
Pantau Kesadaran: Tetaplah bersama pasien dan perhatikan pernapasan serta tingkat kesadarannya hingga bantuan medis tiba.
Penanganan Awal Stroke: Apa yang TIDAK BOLEH Dilakukan
Banyak orang secara tidak sengaja memperburuk kondisi pasien karena melakukan hal-hal berikut:
Jangan Dipijat: Menekan-nekan bagian tubuh tertentu tidak akan melancarkan sumbatan di otak dan justru bisa membuang waktu berharga.
Jangan Diberi Minum atau Obat Sembarangan: Banyak pasien stroke mengalami gangguan menelan (disfagia). Memberi minum atau obat tanpa pengawasan dokter bisa membuat pasien tersedak, sehingga cairan atau obat masuk ke paru-paru dan menyebabkan infeksi paru (pneumonia aspirasi).
Jangan Dibawa ke Pengobatan Alternatif Terlebih Dahulu: Terapi medis modern untuk stroke sangat bergantung pada waktu. Memilih jalur alternatif di awal serangan sering kali membuat pasien melewati masa Golden Hour.
Mitos vs Fakta Seputar Stroke
Masih banyak informasi keliru yang beredar di masyarakat. Mari kita luruskan:
- Mitos: Jari harus ditusuk jarum untuk mengeluarkan darah. Fakta: Ini sama sekali tidak benar secara medis. Mengeluarkan darah dari jari tidak ada hubungannya dengan sumbatan atau perdarahan di dalam otak. Hal ini justru berisiko menyebabkan infeksi dan menunda pasien sampai ke rumah sakit.
- Mitos: Stroke terjadi karena masuk angin hebat. Fakta: Stroke disebabkan oleh gangguan pembuluh darah, bukan udara atau suhu. Faktor utamanya biasanya adalah hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes, atau penyakit jantung.
- Mitos: Stroke pasti didahului sakit kepala hebat. Fakta: Tidak selalu. Banyak kasus stroke iskemik (sumbatan) terjadi tanpa rasa sakit sama sekali; pasien hanya mendadak lemas atau bicaranya tidak jelas.
Penutup
Mengenali tanda-tanda stroke dan mengetahui apa yang harus dilakukan adalah pengetahuan dasar yang wajib dimiliki setiap orang. Ingatlah selalu metode FAST dan jangan pernah meremehkan gejala yang muncul tiba-tiba. Stroke adalah pencuri waktu. Semakin cepat Anda bertindak, semakin besar kesempatan bagi orang yang Anda cintai untuk kembali berkumpul dan beraktivitas bersama keluarga. Jangan tunda, segera bawa ke rumah sakit jika Anda melihat tanda-tandanya!
Sumber : Hasil Utama Riskesdas 2018. (n.d.). https://kesmas.ke kes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/ f iles/Hasil-riskesdas-2018_1274.pdf . Infografis Hari Stroke Sedunia. (n.d.). Infografis Hari Stroke Sedunia. Retrieved December 20, 2023, from https://web-dinkes.kotabogor.go.id/index. php/detailpost/hari stroke-sedunia-2021. Kankam, P. K., & Attuh, S. (2022). The role of commu nity radio in information dissemination towards youth development in Ghana. Global Knowledge, Memory and Communication. Kim, A. S., & Johnston, S. C. (2011). Global variation in the relative burden of stroke and ischemic heart disease. Circulation, 124(3), 314–323. Riyadina, W., Pradono, J., Kristanti, D., & Turana, Y. (2020). Stroke in Indonesia: Risk factors and predispositions in young adults. J Cardiovasc Dis Res, 11(2), 178–183