Gigi Berantakan Awal dari Kebiasaan
Dipublikasikan pada: 14 Jul 2026
Apa Itu Kebiasaan Buruk pada Rongga Mulut?
Kebiasaan buruk rongga mulut atau oral habits adalah kebiasaan yang dilakukan secara berulang dan terus-menerus menggunakan struktur rongga mulut, seperti bibir, lidah, gigi, maupun rahang. Apabila berlangsung dalam jangka waktu lama, kebiasaan ini dapat memengaruhi pertumbuhan tulang rahang, posisi gigi, dan fungsi pengunyahan.
Dampak yang ditimbulkan bergantung pada frekuensi, durasi, intensitas kebiasaan, serta usia anak saat kebiasaan tersebut terjadi.
1. Mengisap Ibu Jari
Mengisap ibu jari merupakan kebiasaan yang cukup sering ditemukan pada bayi dan anak usia dini. Kebiasaan ini sebenarnya normal pada masa awal kehidupan karena memberikan rasa nyaman dan aman bagi anak.
Namun, apabila masih berlanjut setelah usia 4–5 tahun, kebiasaan ini dapat menyebabkan:
· Gigi depan atas menjadi lebih maju.
· Gigi depan bawah terdorong ke belakang.
· Terbentuk celah antara gigi atas dan bawah saat menggigit (open bite).
· Gangguan pertumbuhan rahang.
Orang tua dapat membantu menghentikan kebiasaan ini dengan memberikan dukungan positif, mengalihkan perhatian anak, dan menghindari hukuman yang berlebihan.
2. Menggigit Dan Menghisap Bibir
Sebagian anak memiliki kebiasaan menggigit bibir saat belajar, menonton televisi, atau ketika merasa cemas.
Kebiasaan menggigit bibir atas maupun bibir bawah dapat mengubah keseimbangan tekanan pada gigi sehingga menyebabkan:
Bibir/ menghisap Atas ( lebih jarang terjadi dibanding bibir bawah )
· Posisi gigi depan atas berubah posisi ke arah belakang/mundur sedangkan depan Gigi bawah menjadi maju Karna menerima gaya yang berlawanan
· Iritasi dan luka pada bibir atas
· Gangguan susunan gigi apabila berlangsung lama. ( Crossbite anterior )
Bibir/ menghisap bawah ( sering terjadi )
· Posisi gigi depan atas berubah posisi ke arah depan sedangkan depan Gigi bawah menjadi mundur Karna menerima gaya yang berlawanan
· Iritasi dan luka pada bibir bawah yang dapat menimbulkan mococele ( tersumbatnya kelenjar air liur yang menyebabkan timbulnya benjolan pada bibir )
· Gangguan susunan gigi apabila berlangsung lama. ( Deep bite/open bite )
Karena sering dilakukan tanpa disadari, orang tua perlu mengingatkan anak secara perlahan untuk menghilangkan kebiasaan tersebut, namun apabila kebiasaan sudah menimbulkan keluhan, baiknya langsung konsultasi kedokter Gigi untuk perawatan lebih lanjut.
3. Bernapas Melalui Mulut
Normalnya manusia bernapas melalui hidung. Namun pada beberapa anak, bernapas melalui mulut menjadi kebiasaan akibat alergi, pembesaran amandel, polip hidung, atau sumbatan saluran pernapasan lainnya.
Tanda-tanda yang dapat dikenali antara lain:
· Mulut sering terbuka.
· Bibir tampak kering.
· Mendengkur saat tidur.
· Mulut terasa kering ketika bangun tidur.
Jika berlangsung lama, kebiasaan ini dapat menyebabkan:
· Rahang atas menjadi lebih sempit.
· Gigi depan atas lebih menonjol.
· Wajah tampak lebih panjang.
· Gangguan kualitas tidur dan konsentrasi.
Apabila anak sering bernapas melalui mulut, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan ke dokter gigi dan dokter THT untuk mengetahui penyebabnya.
4. Menggigit Pensil atau Benda Keras
Kebiasaan menggigit pensil, pulpen, sedotan, atau benda keras lainnya sering ditemukan pada anak usia sekolah.
Meskipun terlihat ringan, kebiasaan ini dapat menyebabkan:
· Keausan gigi.
· Retakan kecil pada permukaan gigi.
· Nyeri pada rahang.
· Perubahan posisi gigi apabila dilakukan terus-menerus.
Oleh karena itu, anak perlu dibiasakan untuk tidak memasukkan benda asing ke dalam mulut saat belajar atau bermain.
5. Mengunyah pada Satu Sisi Saja
Idealnya makanan dikunyah menggunakan kedua sisi rahang secara bergantian. Namun, beberapa anak hanya mengunyah pada satu sisi karena adanya gigi berlubang, gigi yang sakit, atau sekadar kebiasaan.
Jika berlangsung lama dapat menyebabkan:
· Ketidakseimbangan kerja otot pengunyahan.
· Penumpukan plak pada sisi yang jarang digunakan.
· Gangguan pertumbuhan rahang.
· Gangguan fungsi sendi rahang.
Apabila anak selalu mengunyah pada sisi yang sama, orang tua perlu mencari penyebabnya dan membawa anak ke dokter gigi bila diperlukan.
6. Menopang Dagu
Menopang dagu saat belajar, bermain gawai, atau menonton televisi sering dianggap sebagai kebiasaan yang tidak berbahaya.
Padahal tekanan yang terjadi secara terus-menerus pada rahang dapat memengaruhi pertumbuhan tulang wajah dan menyebabkan:
· Perubahan posisi rahang.
· Ketidaksimetrisan wajah.
· Perubahan susunan gigi.
· Gangguan gigitan.
Membiasakan posisi duduk yang baik dapat membantu mengurangi kebiasaan ini.
Apa yang Dapat Dilakukan Orang Tua?
Peran orang tua sangat penting dalam mencegah dan menghentikan kebiasaan buruk pada anak.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
1. Mengamati kebiasaan anak sejak dini.
2. Memberikan edukasi dan pengertian dengan cara yang positif.
3. Memberikan pujian ketika anak berhasil mengurangi kebiasaan buruknya.
4. Mengalihkan perhatian anak ke aktivitas lain yang lebih bermanfaat.
5. Menjaga kesehatan gigi dan mulut anak dengan baik.
6. Membawa anak ke dokter gigi secara rutin setiap enam bulan sekali.
7. Segera memeriksakan anak apabila mulai terlihat perubahan susunan gigi atau bentuk rahang.
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi apabila:
· Kebiasaan masih berlangsung setelah usia 4–5 tahun.
· Gigi mulai tampak maju, renggang, atau tidak rapi.
· Anak mengalami kesulitan menggigit atau mengunyah.
· Anak sering bernapas melalui mulut.
· Terlihat perubahan bentuk rahang atau wajah.
Penanganan sejak dini dapat mencegah perlunya perawatan ortodonti yang lebih kompleks di kemudian hari.
Daftar Pustaka
American Academy of Pediatric Dentistry. (2024). Policy on oral habits. American Academy of Pediatric Dentistry.
Bishara, S. E. (2021). Textbook of orthodontics. Elsevier.
Dean, J. A., Avery, D. R., & McDonald, R. E. (2022). McDonald and Avery's dentistry for the child and adolescent (11th ed.). Elsevier.
Graber, L. W., Vanarsdall, R. L., Vig, K. W. L., & Huang, G. J. (2023). Orthodontics: Current principles and techniques (7th ed.). Elsevier.
Gupta, R., Gupta, N., & Jain, A. (2021). Oral habits and their effects on dentofacial development in children. International Journal of Clinical Pediatric Dentistry, 14(6), 802–808.
Kharbanda, O. P. (2022). Orthodontics: Diagnosis and management of malocclusion and dentofacial deformities (4th ed.). Elsevier.
Proffit, W. R., Fields, H. W., Larson, B. E., & Sarver, D. M. (2023). Contemporary orthodontics (7th ed.). Elsevier.
Sanghvi, T., & Bhayya, D. P. (2021). Oral habits and their implications in children: A review. International Journal of Clinical Pediatric Dentistry, 14(5), 687–692.
Vilella, O. V., Rosenblatt, A., & Modesto, A. (2021). Harmful oral habits and their impact on dental occlusion in children. Dental Press Journal of Orthodontics, 26(4), 1–10.
World Health Organization. (2024). Oral health. World Health Organization.
Effects of non-nutritive sucking habits on malocclusions: a systematic review. J Oral Craniofac Pediatr Dent, 2024.
Managing the Lower Lip-Sucking Habit With a Lip Bumper Appliance: A Pediatric Case Study. PMC, 2024.
Lip Sucking and Lip Biting in the Primary Dentition: Two Cases Treated with a Morphological Approach Combined with Lip Exercises and Habituation. MDPI, 2024.