Sayangi Gusimu Pertahankan Gigimu
Dipublikasikan pada: 14 Jul 2026
Apa Itu Penyakit Periodontal?
Penyakit periodontal adalah penyakit yang menyerang jaringan pendukung gigi, meliputi gusi (gingiva), ligamen periodontal atau serabut yang mengikat gigi pada tulang rahang, sementum yaitu lapisan yang melapisi akar gigi, dan tulang alveolar atau tulang penyangga gigi.
Penyakit periodontal umumnya disebabkan oleh penumpukan plak bakteri dan kalkulus atau karang gigi.
Plak adalah lapisan tipis yang terbentuk dari sisa makanan, bakteri, dan air liur yang menempel pada permukaan gigi. Jika tidak dibersihkan secara rutin, plak akan mengeras dan berubah menjadi karang gigi. Bakteri yang terdapat pada plak dapat menyebabkan peradangan pada gusi dan jaringan pendukung gigi. Selain itu, karang gigi menjadi tempat yang ideal bagi bakteri untuk berkembang sehingga memperparah peradangan yang terjadi.
Jenis-Jenis Penyakit Periodontal
Secara umum, penyakit periodontal dibedakan menjadi dua jenis, yaitu gingivitis dan periodontitis.
1. Gingivitis (Radang Gusi)
Gingivitis adalah peradangan yang terjadi pada gusi. Tanda-tandanya antara lain:
- Gusi tampak merah.
- Gusi membengkak.
- Gusi terlihat mengkilat.
- Gusi mudah berdarah saat menyikat gigi atau saat makan.
Pada tahap ini, kerusakan masih terbatas pada gusi sehingga masih dapat disembuhkan apabila kebersihan gigi dan mulut dijaga dengan baik.
Tanda dan Gejala Penyakit Periodontal
Penyakit periodontal sering berkembang tanpa rasa sakit sehingga banyak orang tidak menyadarinya.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Gusi mudah berdarah saat menyikat gigi.
- Gusi merah dan bengkak.
- Bau mulut yang tidak kunjung hilang.
- Gusi turun sehingga gigi tampak lebih panjang.
- Muncul celah di antara gigi.
- Gigi terasa goyang.
- Keluar nanah dari sela gigi dan gusi.
Apabila mengalami gejala-gejala tersebut, segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi.
Mengapa Penyakit Gusi Perlu Diwaspadai?
Banyak orang menganggap gusi berdarah sebagai hal yang biasa. Padahal, gusi berdarah merupakan salah satu tanda awal adanya radang gusi. Jika dibiarkan, peradangan dapat merusak tulang penyangga gigi sehingga gigi goyang, sulit mengunyah, bahkan tanggal. Selain itu, karang gigi yang sudah terbentuk tidak dapat dihilangkan dengan menyikat gigi dan perlu dibersihkan melalui tindakan scaling oleh dokter gigi.
Faktor Risiko Penyakit Periodontal
Selain plak dan karang gigi, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit periodontal, yaitu:
- Merokok, yang dapat mempercepat kerusakan jaringan pendukung gigi dan menghambat penyembuhan.
- Diabetes mellitus atau penyakit gula, terutama jika kadar gula darah tidak terkontrol.
- Kehamilan, karena perubahan hormon membuat gusi lebih sensitif terhadap plak bakteri. Oleh karena itu, ibu hamil perlu menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan baik serta melakukan pemeriksaan gigi secara rutin selama masa kehamilan.
Cara Menjaga Kesehatan Gusi dan Jaringan Periodontal
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan gusi dan jaringan pendukung gigi antara lain:
- Menyikat gigi minimal dua kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur menggunakan sikat gigi berbulu lembut dan teknik menyikat gigi yang benar.
- Membersihkan sela-sela gigi menggunakan dental floss atau sikat interdental. Dental floss digunakan dengan cara menggeser benang secara perlahan pada sela-sela gigi untuk membersihkan sisa makanan dan plak yang tidak terjangkau oleh sikat gigi. Penggunaan dental floss dapat dilakukan sebelum atau sesudah menyikat gigi, namun lebih dianjurkan sebelum menyikat gigi agar plak dan sisa makanan yang terlepas dapat dibersihkan secara optimal saat menyikat gigi. Gunakan minimal satu kali sehari, terutama sebelum tidur.
- Melakukan pemeriksaan ke dokter gigi secara rutin setiap enam bulan sekali.
- Memperbanyak konsumsi buah dan sayuran yang kaya serat.
- Mengurangi makanan dan minuman manis serta lengket.
- Menghindari kebiasaan merokok.
- Mengontrol penyakit penyerta seperti diabetes mellitus agar tetap stabil.
- Bagi ibu hamil, disarankan melakukan pemeriksaan gigi dan pembersihan karang gigi (scaling) sebelum persalinan. Tindakan scaling aman dilakukan selama kehamilan, terutama pada trimester kedua, dan dapat membantu mengurangi peradangan gusi serta meningkatkan kesehatan rongga mulut selama kehamilan.
Daftar Pustaka
Aroonratana, P., Peltzer, K., Pengpid, S., & Thawatchaijareonying, K. (2024). The association between interdental cleaning and periodontitis in an urban Thai adult cohort. BMC Oral Health, 24, 49.
Centers for Disease Control and Prevention. (2024). About periodontal (gum) disease.
Genco, R. J., & Borgnakke, W. S. (2020). Diabetes as a potential risk for periodontitis: Association studies. Periodontology 2000, 83(1), 40–45.
Lang, N. P., & Lindhe, J. (Eds.). (2022). Clinical periodontology and implant dentistry (7th ed.). Wiley Blackwell.
National Center for Biotechnology Information. (2023). Periodontal disease. In StatPearls. StatPearls Publishing.
Newman, M. G., Takei, H. H., Klokkevold, P. R., & Garcia, R. I. (2023). Newman and Carranza's clinical periodontology (14th ed.). Elsevier.
Sanz, M., Herrera, D., Kebschull, M., Chapple, I. L. C., Jepsen, S., Beglundh, T., Sculean, A., Tonetti, M. S., & European Federation of Periodontology Workshop Participants. (2020). Treatment of stage I–III periodontitis—The EFP S3 level clinical practice guideline. Journal of Clinical Periodontology, 47(Suppl. 22), 4–60.
Wadia, R. (2022). Diabetes—Periodontal and implant complications. British Dental Journal, 233(5), 391–396.
World Health Organization. (2025). Oral health fact sheet. World Health Organization.
Wulandari, P., & Lestari, F. (2014). pH dan kapasitas buffer saliva dalam hubungannya terhadap pembentukan kalkulus pada pasien di Instalasi Periodonsia RSGM USU. Dentika Dental Journal, 18(2), 116–119.