Happy Senyum Healthy Bumil

Dipublikasikan pada: 21 Apr 2026

Perubahan Rongga Mulut pada Ibu Hamil

Kehamilan merupakan proses alami yang menyebabkan berbagai perubahan pada tubuh wanita, baik secara fisik, psikologis, maupun fisiologis sebagai bagian dari adaptasi tubuh selama masa kehamilan. Pada ibu hamil, terjadi peningkatan sekresi hormon estrogen progesteron. Kadar hormon tersebut mulai meningkat dari bulan kedua hingga bulan kedelapan dan mencapai puncaknya pada trimester pertama dan kedua. Kedua hormon ini disebut dengan hormon steroid, yang memiliki beberapa reseptor di dalam tubuh, salah satunya pada rongga mulut terutama pada jaringan periodontal. Oleh karena itu, perubahan pada hormon estrogen dan progesteron seperti saat sedang hamil bisa menyebabkan kondisi rongga mulut ikut berubah1.

Saat hamil, tubuh mengalami banyak perubahan mulai dari hormon, metabolisme, pola makan, hingga gaya hidup. Semua hal itu memicu perubahan pada gusi dan mukosa rongga mulut, seperti mudah untuk meradang. Peradangan di gusi tidak hanya berhenti di rongga mulut saja. Zat-zat inflamasi bisa masuk ke aliran darah, bahkan menembus plasenta dan berpengaruh ke perkembangan janin1. 

Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut yang Sering Terjadi pada Ibu Hamil

Perubahan dan fluktuasi hormon pada masa kehamilan adalah penyebab utama dari munculnya berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil. Berikut beberapa contoh masalah kesehatan gigi dan mulut yang kerap dialami ibu hamil:

  1. Radang gusi (pregnancy gingivitis)
    Sekitar 35-100% ibu hamil mengalami gingivitis selama kehamilan. Gejalanya yaitu gusi yang membengkak, mudah berdarah, kemerahan, kedalaman gusi bertambah saat diperiksa, hingga gigi terasa sedikit goyang1.
  2. Mulut kering
    Gejala lain yang sering terjadi adalah mulut terasa kering atau yang disebut dengan xerostomia. Hal ini terjadi secara fisiologis pada ibu hamil. Kondisi ini mengubah pH air liur dan menurunkan kemampuannya untuk melindungi gigi dan rongga mulut (kapasitas buffer menurun), sehingga mulut jadi lebih rentan terhadap infeksi2. 
  3. Gigi berlubang
    Banyak penelitian menunjukkan bahwa kasus gigi berlubang cukup tinggi pada ibu hamil3. Menurut Riskesdas 2018, prevalensi gigi berlubang pada ibu hamil di Indonesia sebesar 84,69%4. Selama kehamilan, perubahan perilaku dan kondisi tubuh membuat ibu hamil lebih mudah untuk mengalami gigi berlubang. Hal ini terjadi karena beberapa hal, seperti kondisi mulut yang lebih asam, sering ngidam makanan manis, kebiasaan menyikat gigi yang kurang baik, dan kurangnya perhatian terhadap kesehatan gigi dan mulut3.
  4. Pyogenic granuloma
    Pyogenic granuloma yang sering disebut dengan ‘tumor kehamilan’, adalah benjolan pada gusi yang biasanya muncul di trimester pertama atau kedua. Benjolan ini mudah berdarah, nyeri, dan bisa mengganggu proses mengunyah. Penyebab utamanya adalah peningkatan hormon estrogen dan progesteron yang memengaruhi sistem imun dan kondisi pembuluh darah di gusi, sehingga jaringan gusi jadi lebih sensitif dan mudah mengalami perubahan1. 


Dampak Kesehatan Gigi dan Mulut terhadap Ibu dan Janin

Jangan sepelekan sakit gigi yaa moms!!

  1. Kelahiran prematur 
    Tahukah Ibu? Kuman penyebab gusi berdarah bisa ikut mengalir bersama darah sampai ke dalam rahim. Kuman-kuman ini dapat 'mengganggu' janin dan memancing rahim untuk memulai proses persalinan sebelum waktunya. Inilah mengapa menjaga kebersihan mulut sangat penting agar bayi tidak lahir prematur5.
  2. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
    Ibu hamil yang mengalami gusi meradang atau gigi goyang (periodontitis) ternyata punya risiko 8 kali lebih besar melahirkan bayi dengan BBLR. Kok bisa? Karena bakteri jahat di gusi bisa masuk ke aliran darah dan memicu peradangan di seluruh tubuh, yang akhirnya mengganggu penyaluran nutrisi ke janin. Selain itu, gigi berlubang yang dibiarkan bukan cuma bikin nyeri, tapi juga bikin Ibu jadi susah makan. Kalau Ibu sulit mengunyah atau malas makan karena sakit gigi, otomatis asupan gizi untuk Si Kecil jadi berkurang. Padahal, nutrisi yang cukup adalah kunci utama agar janin bisa tumbuh sehat dan sempurna5. 
  3. Preeclampsia
    Ibu hamil yang mengalami gusi meradang atau gigi goyang (periodontitis) juga dapat mengalami preeklampsia, yaitu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi). Hubungan antara penyakit gusi (periodontitis) dan preeklampsia terjadi karena bakteri dari gusi bisa masuk ke aliran darah lalu mencapai plasenta, atau memicu pelepasan zat peradangan (seperti sitokin dan prostaglandin) dalam tubuh ibu. Kondisi ini mengganggu fungsi pembuluh darah dan plasenta, dua hal penting yang berperan dalam terjadinya preeklampsia5. 


Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Ibu Hamil

Preventif

Calon ibu hamil harus menjaga kesehatan gigi dan mulutnya untuk kenyamanan dan kesehatan yang menyeluruh saat hamil. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

  1. Cek ke dokter gigi
    Calon ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ke dokter gigi akan dapat segera ditangani masalah pada gigi dan mulutnya. Tindakan yang dapat dilakukan seperti scaling, penambalan gigi, pencabutan gigi, hingga aplikasi bahan pelapis pada gigi agar gigi tidak mudah berlubang di kemudian hari. 
  2. Menjaga oral hygiene
    Calon ibu hamil juga harus rutin menjaga kebersihan gigi dan mulutnya, ya! Hal tersebut bisa dilakukan dengan sikat gigi teratur dua kali sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, menggunakan dental floss untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi, dan makan makanan bergizi seimbang dengan cukup karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral. 

Kuratif

Jika ada masalah pada kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil, tindakan ke dokter gigi aman dilakukan di trimester 2. Pada trimester 2, tindakan yang dapat dilakukan mencakup scaling, penambalan gigi, hingga pencabutan gigi yang sederhana atau minimal risiko trauma. Tindakan kedokteran gigi dapat ditunda terlebih dahulu pada trimester 1 dan 3. Pada trimester 1, kondisi janin masih lemah dan efek muntah pada ibu hamil masih tinggi, sehingga tindakan kedokteran gigi dapat berbahaya untuk janin dan tidak nyaman untuk ibu hamil. Begitupun dengan trimester 3, posisi duduk di kursi gigi akan tidak nyaman bagi ibu hamil dan tindakan pada kedokteran gigi dikhawatirkan dapat memicu kontraksi. Untuk itu, penting sekali untuk periksa ke dokter gigi sebelum hamil agar ketika hamil kondisi gigi dan mulut sehat dan tidak memerlukan perawatan kuratif di kedokteran gigi. 

Rehabilitatif

Tindakan rehabilitatif yang dapat dilakukan pada ibu hamil misalnya pembuatan gigi tiruan. Konsultasikan dengan dokter gigi untuk menentukan perawatan yang harus dilakukan dalam pembuatan gigi tiruan, ya!

Referensi

  1. Jawed, S.T. and Tul Kubra Jawed, K. 2025. Understanding the link between hormonal changes and gingival health in women: A Review. Cureus, 17(6). doi:10.7759/cureus.85270. 
  2. Castro, N.C. et al. 2025. Changes, desire, fear and beliefs: Women’s feelings and perceptions about dental care during pregnancy. International Journal of Environmental Research and Public Health, 22(8), p. 1211. doi:10.3390/ijerph22081211. 
  3. Msagati, F.R., Mandari, G.J. and Simon, E.N. 2024. Dental caries status and treatment need among pregnant women attending antenatal clinics in Dar-es-Salaam Region, Tanzania. BMC Oral Health, 24(1). doi:10.1186/s12903-024-04744-2. 
  4. Salikun, S. et al. 2024. Pencegahan stunting melalui PENDAMPINGAN dan EDUKASI kesehatan Gigi Ibu hamil kelurahan jabungan. GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), pp. 198–204. doi:10.36082/gemakes.v4i2.1629. 
  5. Varsha, A., Garg, A. and Thakur, R. 2025. Effects of pregnancy on Oral Health: A Narrative Review. Cureus. doi:10.7759/cureus.94929. 
Happy Senyum Healthy Bumil