Pulang Mudik kok Gigi Sakit
Dipublikasikan pada: 07 Apr 2026
Pulang Mudik, kok Gigi Sakit?
Oleh: drg. Fulan Ardhani & drg. Jordan Hutajulu
Lebaran merupakan suatu momen yang sangat dinantikan oleh banyak keluarga. Salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu adalah kembali ke kampung halaman dan menikmati waktu bersama keluarga besar, atau yang biasa disebut mudik. Setelah mudik dan berlebaran bersama, kembalilah kita ke kehidupan sehari-hari kita lagi. Namun, apakah ada yang pernah memiliki pengalaman yang kurang nyaman, terutama berkaitan dengan rongga mulut kita setelah kita kembali dari mudik bersama keluarga, singkatnya, pulang mudik kok gigi sakit?
Momen lebaran salah satunya identik dengan kue-kue lebaran, ketupat, opor, dan berbagai jenis hidangan yang sangat lezat. Berbagai makanan ini memiliki ciri khas yang hampir sama, yaitu lengket dan manis.
Makanan Lengket dan Manis
Jenis makanan yang lengket dan cenderung manis merupakan jenis makanan yang sangat mendukung pertumbuhan dan perkembangan bakteri jahat yang ada di rongga mulut. Seperti yang kita ketahui, rongga mulut kita mengandung berbagai bakteri yang baik untuk proses pencernaan, dengan catatan ada dalam jumlah yang seimbang, seperti bakteri-bakteri yang termasuk dalam golongan Lactobacillus dan Streptococcus (Rajasekaran dkk., 2024). Namun, apabila bakteri-bakteri tersebut mengalami disbiosis, atau terdapat ketidakseimbangan jumlah, maka masalah gigi dan mulut lah yang akan terjadi. Makanan lengket dan manis sering pula dikategorikan sebagai makanan kariogenik. Makna kariogenik adalah mampu menyebabkan karies gigi atau membuat gigi berlubang. Kondisi makanan yang lengket dan tidak dibersihkan dengan baik akan membuat sisa makanan lebih lama menempel pada permukaan gigi. Hal ini menimbulkan penumpukan plak pada gigi dan dengan kondisi makanan yang juga cenderung manis, kandungan karbohidrat pada gula tersebut akan menjadi sumber makanan yang membuat bakteri menghasilkan asam. Asam yang dihasilkan bakteri, umumnya bakteri Streptococcus mutans, adalah penyebab utama dari karies gigi atau gigi berlubang. Jika tidak dibersihkan dengan baik, lubang yang awalnya kecil akan menjadi semakin besar dan masuk ke lapisan gigi yang lebih dalam. Pada akhirnya, jika bakteri sudah menginvasi hingga ke lapisan gigi yang dekat dengan pulpa, atau ruangan pada gigi yang mengandung banyak sekali syaraf dan pembuluh darah, rasa linu atau sakit gigi lah yang akan kita rasakan (WHO, 2025)
Kebiasaan Buruk yang Memperparah
Selain dari jenis makanan yang kita konsumsi ketika lebaran, frekuensi makan yang meningkat dibarengi dengan kebiasaan membersihkan gigi dan mulut yang tidak baik juga memperparah kondisi rongga mulut setelah mudik lebaran.
Ketika mudik lebaran, kebiasaan ngemil sering meningkat, misalnya:
- makan sedikit tapi sering
- ngemil di perjalanan
- konsumsi makanan tanpa jeda
Hal ini menyebabkan rongga mulut sering berada dalam kondisi asam.
Secara normal, setelah makan, pH mulut akan kembali netral dalam waktu tertentu. Namun jika makan terus-menerus, maka:
- pH mulut tidak sempat kembali normal
- kondisi asam berlangsung lebih lama
yang akan mengakibatkan:
- proses kerusakan gigi berlangsung lebih cepat
- risiko karies meningkat
- memudahkan penumpukan karang gigi
(WHO, 2025)
Selama perjalanan mudik, banyak orang juga mengalami kelelahan, perubahan jadwal, dan keterbatasan fasilitas.
Akibatnya:
- sikat gigi sering terlewat
- atau dilakukan secara tidak optimal
Khususnya pada malam hari, kebiasaan tidak menyikat gigi sangat berisiko karena:
- produksi air liur menurun saat tidur
- bakteri lebih aktif berkembang
Jika sisa makanan tidak dibersihkan maka dampak yang akan timbul adalah plak akan menumpuk sehingga mempercepat terjadinya karies hingga radang gusi yang pasti sangat mengganggu.
Solusi yang Terbaik
Upaya pencegahan merupakan langkah yang paling efektif dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Dibandingkan dengan pengobatan, pencegahan memiliki keunggulan karena lebih sederhana, lebih murah, dan dapat menghindarkan pasien dari rasa nyeri maupun komplikasi yang lebih serius.
Untuk mencegah terjadinya sakit gigi, khususnya setelah mudik, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan, antara lain:
1. Menyikat Gigi Dua Kali Sehari
Menyikat gigi merupakan langkah dasar dalam menjaga kebersihan rongga mulut.
Waktu yang dianjurkan adalah:
- pagi hari, paling tidak 30 menit setelah sarapan
- malam hari sebelum tidur
Menyikat gigi sebelum tidur sangat penting karena sisa makanan yang tertinggal dapat menjadi sumber nutrisi bagi bakteri serta pada malam hari, produksi air liur menurun sehingga perlindungan alami mulut berkurang.
Selain frekuensi, teknik menyikat gigi juga perlu diperhatikan agar seluruh permukaan gigi dapat dibersihkan secara optimal. Teknik menyikat gigi yang paling mudah dipraktekkan adalah dengan konsep merah-putih. Konsep ini adalah menyikat gigi yang satu arah dari gusi (berwarna merah muda) ke gigi (putih) seperti pada gambar berikut
(Sumber: Kompasiana.com)
2. Menyeimbangkan Konsumsi Gula Setelah Mudik
Konsumsi makanan dan minuman manis merupakan faktor utama terjadinya karies gigi.
Oleh karena itu alangkah baiknya bagi kita untuk membatasi frekuensi konsumsi makanan manis, hindari kebiasaan ngemil terus-menerus, jika mengonsumsi makanan manis, sebaiknya segera dibersihkan dengan paling tidak berkumur.
Catatan yang perlu ditekankan adalah, bukan berarti tidak boleh sama sekali mengonsumsi makanan manis, namun perlu dikontrol jumlah dan frekuensinya.
3. Memperbanyak Konsumsi Air Putih
Air putih memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mulut, antara lain, membantu membersihkan sisa makanan, menjaga kelembaban rongga mulut, dan membantu menetralkan kondisi asam pada rongga mulut.
Mengonsumsi air putih yang cukup dapat memiliki fungsi protektif air liur tetap optimal sehingga pertumbuhan bakteri dapat dikendalikan.
4. Segera Memeriksakan Diri ke Dokter Gigi
Langkah paling penting adalah melakukan pemeriksaan ke dokter gigi.
Hal ini dikarenakan:
- penyebab utama sakit gigi harus ditangani secara langsung
- perawatan definitif hanya dapat dilakukan oleh tenaga profesional
Menunda pemeriksaan hanya akan:
- memperparah kondisi
- memperpanjang rasa nyeri
- meningkatkan risiko komplikasi
Oleh sebab itu, mari kita lebih aware lagi dengan kesehatan gigi dan mulut kita, terutama pada momen yang pas yaitu setelah mudik ini agar kita tidak perlu mengalami kondisi “Pulang Mudik, kok Gigi Sakit?”
Sumber:
Rajasekaran JJ, Krishnamurthy HK, Bosco J, Jayaraman V, Krishna K, Wang T, Bei K. Oral Microbiome: A Review of Its Impact on Oral and Systemic Health. Microorganisms. 2024 Aug 29;12(9):1797. doi: 10.3390/microorganisms12091797. PMID: 39338471; PMCID: PMC11434369.
World Health Organization: WHO. (2025, March 17). Oral health. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/oral-health